Senin, April 16, 2012

Belajar Menggunakan Multimeter Analog

Mohon Maaf, Postingan ini masih dalam proses penyelesaian...
Alat ukur pada gambar di atas disebut dengan AVOmeter, yaitu alat untuk mengukur arus (Amperemeter), tegangan (Voltmeter), dan Hambatan (Ohmmeter). AVOmeter sering disebut dengan Multimeter. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar bagaimana menggunakan Multimeter Analog.

Harga Multimeter ini sekitar Rp. 90.000, itupun sudah dengan yang merk cukup bagus. Dengan punya Multimeter sendiri kita akan lebih lihai dalam pengukuran. ^_^

  1. Mengukur Hambatan Resistor
    • Arahkan Selector Pemilih (Saklar Switch) pada posisi Ω, tersedia skala dengan faktor pengali 1, 10, 100, 1000 (1K), dan 10000 (10K). Semuanya bisa dipakai tergantung perkiraan nilai resistor yang kita akan kita ukur.
    • Putar habis dulu Zero Ohm Adjust Knob ke kiri (berlawanan arah putaran jarum jam).
    • Hubungkan test lead + (kabel merah) dengan test lead – (kabel hitam).
    • Putar perlahan Zero Ohm Adjust Knob ke kanan (searah putaran jarum jam) sampai jarum penunjuk meter berada di posisi 0.
    • Kemudian baru ukur resistor dengan menghubungkan salah ujung kaki resistor dengan test lead positif (+) dan ujung kaki lainnya dengan test lead negatif (–)
    Contoh:
    Misalkan kita mengukur resistor 150 Ω. Jika kita menggunakan faktor pengali 1, maka jarum akan langsung menunjukkan posisi 150. Jika kita menggunakan faktor pengali 10, maka jarum akan menunjukkan posisi 15, maka hasil pembacaannya adalah: 15 x 10 = 150.
  2. Mengukur tegangan DC
    • Arahkan selector switch pada posisi DCV (DC Volt), tersedia pilihan switch:
      • 0,1 (untuk range 0 s.d. 0,1 Volt)
      • 0,5 (untuk range 0 s.d. 0,5 Volt)
      • 2,5 (untuk range 0 s.d. 2,5 Volt)
      • 10 (untuk range 0 s.d. 10 Volt)
      • 50 (untuk range 0 s.d. 50 Volt)
      • 250 (untuk range 0 s.d. 250 Volt)
      • 1000 (untuk range 0 s.d. 1000 Volt)
    • Jangan memilih Selector Switch untuk mengukur tegangan yang melebihi rangenya. Misalnya kita akan mengukur tegangan battery 9 V, dengan mengarahkan Selector Switch pada posisi 2,5 DCV (DC Volt), maka untuk posisi ini tegangan maksimal yang bisa diukur adalah 2,5 V jika kita mengukur battery 9V dengan posisi selector switch pada posisi 2,5 DCV, maka jarum akan bergerak kencang seakan-akan mencari posisi angka 9, padahal kita sudah setting angka maksimal saat itu adalah 2,5. Hal seperti inilah yang menyebabkan alat ukur multimeter analog menjadi rusak.
    • Kemudian baru ukur tegangan battery dengan test lead positif (+) dihubungkan dengan kutub positif (+) battery dan test lead (–) dihubungkan dengan kutub negatif (–) battery. Jangan sampai salah menghubungkannya karena dapat merusak alat ukur multimeter analog.
    Contoh:
    Misalkan kita akan mengukur tegangan battery 9 V. Jika kita mengarahkan selector switch pada posisi 10 maka jarum langsung menunjukkan posisi 9. Angka 9 ini langsung menunjukkan nilai tegangan dari battery. Jika kita mengarahkan selector switch pada posisi 50 maka jarum menunjukkan posisi 1,6, maka hasil pembacaannya adalah: 1,6/10 x 50 = 9 (jika kita gunakan angka ke atas dari 3 dereten angka yang tersedia), jika kita gunakan angka dereten paling bawah jarum akan menunjukkan posisi 45, maka hasil pembacaannya adalah: 45/250 x 50 = 9.
Mohon Maaf, Postingan ini masih dalam proses penyelesaian...

0 komentar: